Memulai usaha coffee shop yang unik dan menarik

Sepulang bekerja atau beraktifitas seharian, acara bersantai dan melepas kepenatan yang menarik untuk dilakukan salah satunya adalah ngopi. Berkumpul bersama kawan-kawan untuk sekedar saling bercerita atau bertukar informasi, menikmati musik, atau duduk-duduk seorang diri saja sembari menikmati fasilitas wifi yang disediakan oleh coffee shop favorit anda akan menjadi kegiatan yang nyaman dan menyenangkan.
Memang, fenomena coffee shop ini sedang booming terutama di awal tahun 2000 hingga saat ini. Hampir di seluruh kota tak hanya di kota besar atau Ibukota saja, selalu ada tempat-tempat menarik untuk bersantai menikmati secangkir kopi favorit anda sembari melakukan hal-hal yang anda senangi. Konsep dan segmennya pun beraneka ragam. Ada yang bergaya tradisional dari segi sajian, bangunan, hingga penataan ruang. Ada yang bergaya ala eropa, ada yang bergaya cyber yang modern dan minimalis, dan lain-lain. Semuanya ada, dan senantiasa menawarkan hal-hal menarik bagi anda para pecinta kopi.

Tradisi ngopi sendiri sebenarnya tidak benar-benar baru muncul, alias sudah ada sejak jaman dahulu. Dari petani hingga pejabat pemerintahan, dari anak sekolah hingga orang-orang lanjut usia, dari segala penjuru dunia dan dari jaman ke jaman, di desa dan di kota besar, semuanya memiliki tradisi dan kegemaran akan minuman yang satu ini; kopi.

Konon, tradisi ngopi di Indonesia sendiri sudah ada sejak tahun 1700-an. Biji kopi sendiri mulai dikenal oleh para leluhur kita setelah Belanda membawanya ke Nusantara dari Tanah Arab. Jenis kopi pertama yang dibawa ke negeri kita adalah kopi Arabica, yang kemudian dikembangkan di daerah Kesawung, Sunda Kelapa, yang kini dikenal dengan nama Pondok Kopi, Jakarta. Pada masa itu, kopi belum bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Kopi adalah salah satu minuman “berkelas” yang hanya dapat dinikmati oleh pejabat Belanda dan sebagian kaum ningrat di Indonesia. Sementara, masyarakat kelas bawah hanya dapat puas dengan sekedar menikmati kopi jagung yang dibakar dan ditumbuk secara kasar. Namun, meski demikian, hal ini tak menyurutkan minat masyarakat Indonesia pada masa itu pada minuman berwarna hitam pekat ini. Hingga pada perjalanan selanjutnya, hingga saat ini, akhirnya kopi dengan kualitas yang baik telah dapat dinikmati oleh segala lapisan masyarakat. Meskipun demikian, di beberapa daerah kita juga masih dapat menjumpai adanya kopi jagung yang menjadi konsumsi masyarakat kelas bawah jaman dahulu.

Tradisi ngopi dan jenis-jenis kopi itu sendiri ada berbagai macam dan memiliki citarasa serta penyebutan yang berbeda-beda di setiap daerah dan Negara. Ada “gahwa” yang berasal dari daerah Timur Tengah. Ada Ca Phe dari Vietnam yang berupa kopi dengan gaya sajian dingin menggunakan es, ada café cubano dari Kuba yang disajikan bergaya espresso dengan rasa manis gula palem. Ada kopi Toraja, Aceh Gayo, Gresik, Tulungagung, dan lain-lain. Ada juga Kopi luwak yang belakangan sangat booming dari Indonesia, dan lain-lain. Jenis kopi secara mendasar itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Arabica dan Robusta.

Nah, menarik sekali bukan fakta dan sejarah tentang kopi?

Beragam kisah dari kopi inilah yang akhirnya membuat banyak kalangan kini tak hanya puas hanya dengan menikmati kopi, namun akhirnya menceburkan diri ke dalam bisnis kopi, baik dalam bidang pertanian maupun bisnis turunannya seperti coffee shop atau warung kopi.

Bagi anda yang kini sedang berminat atau berencana membangun bisnis coffee shop, ada beberapa hal yang perlu anda siapkan. Yang pertama adalah konsep. Anda harus jeli dalam membidik pasar sebab hal ini akan menjadi magnet bagi coffee shop anda kelak. Perhatikan lingkungan dan kebiasaan dari orang-orang di sekitar lokasi coffee shop anda. Segmentasi pasar semacam ini akan lebih memfokuskan para penggemar kopi yang akhirnya memilih datang ke warung kopi atau coffee shop anda. Misalnya saja, warung kopi bergaya perpustakaan akan sangat potensial apabila anda menemukan lokasi di sekitar daerah pendidikan atau universitas. Apalagi jika anda tak berkeberatan memasang tulisan “free wifi” pada pintu masuk coffee shop anda, hal ini akan lebih menjadi daya tarik.
Yang kedua adalah sarana dan prasarana, seperti interior yang nyaman meski tak harus mewah, mesin kopi yang berkualitas, dan lain-lain. Mungkin anda ingin menyajikan kopi dengan cara unik yaitu membiarkan pelanggan anda meracik sendiri kopinya dalam mesin penggiling kopi atau mesin pembuat kopi yang anda sediakan? Tak jadi masalah dan malah akan sangat menarik.

Yang ketiga adalah kenyamanan. Keramahan para pramusaji, penerangan yang sesuai dengan konsep, kebersihan, serta keamanan dan ketersediaan area parkir juga menjadi salah satu poin utama yang harus anda perhatikan. Jangan sampai ketika kopi anda sudah tersaji dengan lezat, pelanggan anda tidak kembali lagi karena pelayanan yang kurang ramah, pencahayaan yang buruk, atau harus was-was karena keadaan lahan parkir yang kurang memadai.
Itulah tiga poin umum yang kami rekomendasikan kepada anda yang berminat menerjuni bisnis coffee shop. Bagaimana? Sudah mantap dengan konsep bisnis coffee shop anda?

Berbicara tentang kopi memang tidak akan ada habisnya.

Dari cangkir ke cangkir, dari meja ke meja, dari waktu ke waktu, akan selalu hadir bermacam cerita dari pekatnya si hitam yang sedap ini.

Selamat ngopi!

kafei


Tags: , , , , ,


Konsultasi Seputar Mesin Industri dan Info Peluang Usaha

  • Phone : 0341-48-22-55
  • Call / SMS : 0853-60-20-2010
  • PIN BBM : 74902334
  • Alamat : Little Kyoto, Jl. Ikan Gurami C-1 Malang Jatim

Bagikan Ke teman:

Produk Mesin yang Berkaitan